Beranda / Nasional / Doa Setelah Sholat Hajat yang Mustajab, Arab, Latin, dan Artinya

Doa Setelah Sholat Hajat yang Mustajab, Arab, Latin, dan Artinya

Doa Setelah Sholat Hajat yang Mustajab, Arab, Latin, dan Artinya

Sholat hajat merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam agama Islam. Ibadah ini dilakukan ketika seorang Muslim memiliki keinginan atau hajat tertentu yang sangat ingin dikabulkan oleh Allah SWT. Melaksanakan sholat hajat dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan, kemudian dilanjutkan dengan memanjatkan doa, diyakini dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan permohonan kepada Sang Pencipta.

Memahami tata cara sholat hajat yang benar, serta mengetahui doa-doa mustajab yang bisa dipanjatkan setelahnya, menjadi kunci penting agar ibadah ini terasa lebih bermakna. Artikel ini akan mengupas tuntas tentang sholat hajat, mulai dari pengertian, waktu pelaksanaan, hingga doa-doa yang dianjurkan lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya.

Mengenal Sholat Hajat: Pengertian dan Keutamaannya

Sholat hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan saat seseorang mempunyai maksud atau hajat tertentu. Keutamaan sholat ini terletak pada keyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan hajat hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam berdoa dan beribadah.

Ibadah ini menjadi wujud tawakal dan penyerahan diri seorang hamba kepada Allah. Melalui sholat hajat, seorang Muslim menunjukkan bahwa segala upaya manusiawi harus diiringi dengan permohonan dan pertolongan dari Allah SWT.

Waktu Terbaik Melaksanakan Sholat Hajat

Meskipun sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, ada waktu-waktu tertentu yang dianggap lebih mustajab untuk melaksanakannya. Memilih waktu yang tepat dapat meningkatkan kekhusyukan dan harapan terkabulnya doa.

  1. Sepertiga Malam Terakhir
    Waktu ini adalah waktu yang paling utama untuk sholat hajat. Pada sepertiga malam terakhir, Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

  2. Setelah Sholat Fardhu
    Melaksanakan sholat hajat setelah sholat fardhu, terutama sholat Isya, juga dianjurkan. Ini karena setelah sholat fardhu, hati biasanya lebih tenang dan fokus.

  3. Waktu Mustajab Lainnya
    Ada juga waktu-waktu mustajab lain seperti antara azan dan iqamah, saat hujan turun, atau pada hari Jumat. Meskipun demikian, sepertiga malam terakhir tetap menjadi waktu yang paling diutamakan.

Tata Cara Sholat Hajat

Sholat hajat memiliki tata cara yang mirip dengan sholat sunnah lainnya. Kekhusyukan dan fokus menjadi kunci utama dalam pelaksanaannya.

  1. Niat Sholat Hajat
    Niat merupakan rukun pertama dalam sholat. Niat sholat hajat diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram.

    Lafaz Niat:
    أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
    Usholli sunnatal haajati rak’ataini lillahi ta’ala.
    Artinya: "Aku niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala."

  2. Takbiratul Ihram
    Setelah niat, angkat kedua tangan setinggi telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar".

  3. Membaca Doa Iftitah
    Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah.

  4. Membaca Surat Al-Fatihah
    Surat Al-Fatihah wajib dibaca pada setiap rakaat sholat.

  5. Membaca Surat Pendek
    Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek. Untuk rakaat pertama, disarankan membaca Surat Al-Kafirun. Sedangkan untuk rakaat kedua, disarankan membaca Surat Al-Ikhlas.

  6. Ruku’
    Setelah membaca surat pendek, lakukan ruku’ dengan tuma’ninah.

  7. I’tidal
    Bangun dari ruku’ sambil membaca "Sami’allahu liman hamidah".

  8. Sujud
    Lakukan sujud dengan menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung jari kaki ke lantai.

  9. Duduk di Antara Dua Sujud
    Duduk sebentar di antara dua sujud dengan tuma’ninah.

  10. Sujud Kedua
    Lakukan sujud kedua.

  11. Berdiri untuk Rakaat Kedua
    Setelah sujud kedua, berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dengan tata cara yang sama.

  12. Tasyahud Akhir
    Pada rakaat kedua, setelah sujud kedua, duduk tasyahud akhir.

  13. Salam
    Akhiri sholat dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Baca Juga:  Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap, Arab, Latin, Terjemahan, dan Keutamaannya

Doa Setelah Sholat Hajat: Memanjatkan Permohonan dengan Penuh Harap

Setelah menyelesaikan sholat hajat, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah memanjatkan doa. Doa setelah sholat hajat menjadi puncak dari ibadah ini, di mana seorang hamba menuangkan segala keinginan dan harapannya kepada Allah SWT. Ada beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca, yang dikenal memiliki keutamaan dan kemustajaban.

Doa Khusus Setelah Sholat Hajat

Doa ini merupakan doa yang paling sering dibaca dan dianjurkan setelah sholat hajat. Kandungannya memohon kemudahan, petunjuk, dan terkabulnya hajat.

Lafaz Doa:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Latin:
Laa ilaaha illallahul haliimul kariimu. Subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘adhiimi. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika, wa ‘azaa’ima maghfiratika, wal ghaniimata min kulli birrin, was salaamata min kulli itsmin. Laa tada’ lii dzanban illaa ghafartahu, wa laa hamman illaa farrajtahu, wa laa haajatan hiya laka ridhan illaa qadhaitahaa yaa arhamar raahimiin.

Artinya:
"Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan Arsy yang Agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan keuntungan dari setiap kebaikan, serta keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa padaku melainkan Engkau ampuni, jangan pula kesusahan melainkan Engkau lapangkan, dan jangan pula hajat yang Engkau ridhai melainkan Engkau kabulkan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang."

Doa Permohonan Hajat Secara Spesifik

Setelah membaca doa umum di atas, seseorang dapat melanjutkan dengan memanjatkan doa permohonan hajat secara spesifik. Ini adalah momen untuk menyebutkan secara jelas apa yang menjadi keinginan hati.

Lafaz Doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ التَّقْوَى وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَكَ اللَّهُمَّ مَخَافَةً تَحْجُزُنِي عَنْ مَعَاصِيكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ فِي التَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى أُخْلِصَ لَكَ النَّصِيحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا حُسْنَ ظَنٍّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ

Latin:
Allahumma inni as’aluka taufiiqa ahlil huda, wa a’maala ahlit taqwa, wa munaashahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa jidda ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta’abbuda ahlil wara’, wa ‘irfaana ahlil ‘ilmi hatta akhaafaka Allahumma makhaafatan tahjuzunii ‘an ma’aashiika, hatta a’mala bitha’atika ‘amalan astahiqqu bihi ridhaaka, wa hatta unaashihaka fit taubati khawfan minka, wa hatta ukhlisha lakannashiihata hubban laka, wa hatta atawakkala ‘alaika fil umuuri kullihaa husna zhannin bika. Subhaana khaaliqin nuur.

Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu taufik dari orang-orang yang mendapat petunjuk, amalan orang-orang yang bertakwa, nasihat dari orang-orang yang bertaubat, keteguhan hati orang-orang yang sabar, kesungguhan orang-orang yang takut (kepada-Mu), permintaan orang-orang yang berkeinginan, ibadah orang-orang yang wara’, dan pengetahuan orang-orang yang berilmu, sehingga aku takut kepada-Mu, ya Allah, dengan ketakutan yang menghalangiku dari kemaksiatan kepada-Mu. Sehingga aku beramal dengan ketaatan kepada-Mu, amalan yang dengannya aku berhak mendapatkan ridha-Mu. Dan sehingga aku menasihati-Mu dalam taubat karena takut kepada-Mu. Dan sehingga aku mengikhlaskan nasihat kepada-Mu karena cinta kepada-Mu. Dan sehingga aku bertawakal kepada-Mu dalam segala urusan dengan berprasangka baik kepada-Mu. Maha Suci Pencipta Cahaya."

Baca Juga:  Doa Agar Cepat Hamil yang Mustajab, Amalkan Setiap Hari!

Doa Mohon Kemudahan Urusan dan Rezeki

Selain doa hajat secara umum, ada juga doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon kemudahan dalam segala urusan, termasuk rezeki. Ini menunjukkan bahwa hajat tidak hanya terbatas pada satu jenis permohonan saja.

Lafaz Doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Latin:
Allahumma inni as’aluka min khairi maa sa’alaka minhu ‘abduka wa nabiyyuka Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa a’uudzu bika min syarri mas ta’aadzaka minhu ‘abduka wa nabiyyuka Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan yang telah diminta oleh hamba dan Nabi-Mu Muhammad SAW, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang hamba dan Nabi-Mu Muhammad SAW berlindung darinya."

Doa Mohon Ampunan dan Rahmat

Memohon ampunan adalah bagian integral dari setiap doa, termasuk setelah sholat hajat. Dengan memohon ampunan, hati menjadi lebih bersih dan permohonan diharapkan lebih mudah diterima.

Lafaz Doa:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin:
Rabbanaa aatina fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya:
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka."

Adab Berdoa Setelah Sholat Hajat

Memanjatkan doa bukan sekadar mengucapkan kalimat-kalimat, melainkan sebuah bentuk komunikasi spiritual dengan Allah SWT. Ada beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan agar doa lebih berbobot dan diharapkan dapat dikabulkan.

1. Mengawali dengan Pujian kepada Allah

Sebelum memanjatkan permohonan, dianjurkan untuk memuji Allah SWT dengan menyebut asmaul husna atau membaca kalimat-kalimat tasbih, tahmid, dan takbir. Ini adalah bentuk pengagungan kepada Sang Pencipta.

2. Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Setelah memuji Allah, lanjutkan dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat adalah bentuk penghormatan kepada Rasulullah dan diyakini dapat menjadi pembuka pintu terkabulnya doa.

3. Mengakui Dosa dan Memohon Ampunan

Sebelum meminta hajat, seorang hamba sebaiknya mengakui dosa-dosa yang telah diperbuat dan memohon ampunan. Hati yang bersih dari dosa akan lebih mudah menerima rahmat Allah.

4. Menyebutkan Hajat dengan Jelas dan Penuh Keyakinan

Sampaikan hajat atau keinginan dengan jelas, spesifik, dan penuh keyakinan bahwa Allah SWT Maha Mampu mengabulkannya. Hindari keraguan dalam hati saat berdoa.

5. Mengakhiri Doa dengan Pujian dan Shalawat

Setelah memanjatkan seluruh permohonan, akhiri doa dengan kembali memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini sebagai penutup yang sempurna.

6. Berdoa dengan Khusyuk dan Rendah Hati

Kekhusyukan adalah kunci utama dalam berdoa. Berdoalah dengan hati yang rendah, penuh harap, dan merasa membutuhkan pertolongan Allah. Hindari terburu-buru dan pikiran yang melayang-layang.

7. Mengangkat Kedua Tangan

Mengangkat kedua tangan saat berdoa adalah sunnah yang dianjurkan. Ini merupakan simbol kerendahan hati dan penyerahan diri seorang hamba kepada Tuhannya.

8. Menghadap Kiblat

Jika memungkinkan, menghadap kiblat saat berdoa juga merupakan adab yang baik. Ini menunjukkan keseriusan dan konsentrasi dalam memohon.

Pentingnya Istiqamah dan Tawakal Setelah Berdoa

Setelah melaksanakan sholat hajat dan memanjatkan doa, bukan berarti segalanya selesai. Ada dua hal penting yang harus terus dijaga, yaitu istiqamah (konsisten) dan tawakal (berserah diri).

Istiqamah dalam Ibadah

Teruslah istiqamah dalam menjalankan ibadah, baik sholat fardhu maupun sunnah lainnya. Konsistensi dalam beribadah menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan hanya mendekat saat ada hajat saja, tetapi jadikan ibadah sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

Tawakal Sepenuh Hati

Setelah berusaha dan berdoa, serahkan sepenuhnya hasil kepada Allah SWT. Tawakal berarti percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik, baik itu sesuai dengan keinginan atau dalam bentuk lain yang lebih baik menurut pandangan-Nya. Terkadang, apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita, dan Allah Maha Mengetahui segalanya.

Kesimpulan

Sholat hajat adalah ibadah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang memiliki keinginan atau hajat. Dengan memahami tata cara yang benar, memilih waktu yang tepat, dan memanjatkan doa-doa mustajab dengan adab yang baik, diharapkan setiap permohonan dapat sampai kepada Allah SWT. Ingatlah untuk selalu istiqamah dalam beribadah dan bertawakal sepenuhnya kepada-Nya, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

Baca Juga:  Doa Setelah Sholat Hajat yang Mustajab, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

FAQ Seputar Sholat Hajat dan Doanya

Apakah Sholat Hajat Harus Dilakukan Setiap Hari?

Tidak ada keharusan sholat hajat setiap hari. Sholat hajat dilakukan ketika ada hajat atau kebutuhan mendesak yang ingin dimohonkan kepada Allah SWT. Namun, jika seseorang memiliki hajat yang sangat besar dan ingin terus memohon, bisa saja dilakukan secara rutin sampai hajat tersebut terkabul.

Berapa Jumlah Rakaat Sholat Hajat?

Sholat hajat umumnya dilakukan dua rakaat. Namun, ada juga yang melakukannya hingga 12 rakaat, dengan setiap dua rakaat salam. Yang paling umum dan dianjurkan adalah dua rakaat.

Bolehkah Memohon Hajat Duniawi dalam Sholat Hajat?

Tentu saja boleh. Hajat yang dimaksud dalam sholat hajat mencakup segala kebutuhan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Selama hajat tersebut baik dan tidak bertentangan dengan syariat Islam, maka boleh dimohonkan.

Apa Perbedaan Sholat Hajat dengan Sholat Tahajud?

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah tidur malam, meskipun hanya sebentar. Fokus utamanya adalah mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan. Sementara itu, sholat hajat adalah sholat yang dilakukan khusus untuk memohon terkabulnya suatu hajat tertentu. Meskipun keduanya sering dilakukan di waktu yang sama (sepertiga malam terakhir), niat dan tujuan utamanya berbeda.

Apakah Doa Setelah Sholat Hajat Pasti Dikabulkan?

Setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT, apalagi setelah sholat hajat dengan penuh kekhusyukan, insya Allah akan dikabulkan. Namun, bentuk pengabulan doa bisa bermacam-macam. Bisa jadi dikabulkan sesuai dengan permintaan, diganti dengan yang lebih baik, atau ditunda pengabulannya hingga di akhirat. Yang terpenting adalah keyakinan dan tawakal kepada Allah SWT.

Bagaimana Jika Hajat Belum Terkabul Setelah Sholat Hajat?

Jika hajat belum terkabul, jangan putus asa. Teruslah berdoa, perbaiki ibadah, dan evaluasi diri. Bisa jadi ada hikmah di balik penundaan atau bentuk pengabulan yang berbeda. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Istiqamah dan tawakal adalah kunci.

Bolehkah Sholat Hajat Dilakukan Berjamaah?

Sholat hajat adalah sholat sunnah yang bersifat individual, sehingga lebih utama dilakukan secara sendiri-sendiri. Meskipun tidak ada larangan mutlak untuk berjamaah, namun pelaksanaannya secara munfarid (sendiri) lebih sesuai dengan esensinya.

Apakah Ada Surat Khusus yang Dianjurkan Dibaca dalam Sholat Hajat?

Untuk rakaat pertama setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun. Sedangkan untuk rakaat kedua, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas. Namun, jika tidak hafal, bisa membaca surat pendek lainnya yang dihafal.

Bisakah Memohon Lebih dari Satu Hajat dalam Satu Kali Sholat Hajat?

Bisa. Setelah sholat hajat, seseorang dapat memanjatkan berbagai hajat atau keinginan yang ada di hati. Sebutkan satu per satu dengan jelas dan penuh keyakinan.

Apakah Ada Batasan Waktu untuk Melaksanakan Sholat Hajat?

Sholat hajat tidak memiliki batasan waktu khusus seperti sholat fardhu. Namun, ada waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat sunnah, seperti setelah sholat Subuh hingga matahari terbit, dan setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam. Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir.


Disclaimer: Informasi mengenai tata cara dan doa dalam artikel ini didasarkan pada panduan umum dalam Islam. Perbedaan mazhab atau interpretasi dapat menyebabkan sedikit variasi. Dianjurkan untuk selalu merujuk kepada ulama atau sumber terpercaya untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Erna Agnesa
Reporter |  + posts

Erna Agnesa adalah editor senior di Meteokolaka.id yang bertanggung jawab memastikan setiap konten keuangan yang dipublikasikan akurat, berimbang, dan mudah dipahami. Dengan pengalaman di bidang editorial media keuangan, Siti mengawasi kualitas artikel seputar perbankan, pinjaman online, dan ekonomi bisnis sebelum sampai ke tangan pembaca.

Tag: